
Karawang (18/09/2026) — Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama Perum BULOG meninjau langsung penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Spesifik Saan Mustopa ke Karawang. Selain penyaluran bantuan pangan, kunjungan juga mencakup peninjauan progres pembangunan infrastruktur pengendali banjir di wilayah Karangligar. Kegiatan turut dihadiri Bupati Karawang Aep Syaepuloh, jajaran Forkopimda, serta unsur pemerintah daerah.
Di Desa Karangligar, bantuan pangan beras menyasar sekitar 370 penerima manfaat. Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, masing-masing penerima memperoleh total 30 kilogram beras atau 10 kilogram untuk setiap bulan. Data pemerintah daerah juga mencatat penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Karawang mencakup 126.637 penerima untuk periode yang sama.
Saan Mustopa mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi musim dan cuaca yang berpotensi memengaruhi kebutuhan pangan.
“Hari ini kami bersama Direktur Utama Perum BULOG memberikan bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan melalui BULOG. Khusus di Desa Karangligar, ada sekitar 370 masyarakat yang menerima manfaat,” ujar Saan.

Menurut Saan Mustopa, bantuan pangan beras diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama untuk mengantisipasi kondisi musim dan cuaca yang diprediksikan cukup panjang,” katanya.
Saan Mustopa juga menjelaskan bahwa bantuan beras diberikan secara rutin dengan alokasi 10 kilogram per penerima setiap bulan. Untuk periode Juli hingga September, penyaluran dilakukan sekaligus sehingga penerima mendapatkan 30 kilogram beras.

“Bantuan beras ini diberikan 10 kilogram setiap bulannya. Untuk Juli, Agustus dan September diberikan sekaligus, sehingga masyarakat menerima 30 kilogram,” jelasnya.
Penyaluran bantuan untuk tiga bulan sekaligus tersebut juga dikonfirmasi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani. Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah untuk membantu masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat.
“Bantuan pangan yang hari ini adalah untuk bulan Juli, Agustus dan September. Tiga bulan, jadi 30 kilogram hari ini,” katanya.
Ahmad Rizal mengatakan penyaluran bantuan pangan akan dilanjutkan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.
“Masih ada lagi nanti bulan Oktober, November dan Desember. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang ada di bawah,” tuturnya.
Secara nasional, program bantuan pangan beras periode Juli-September 2026 menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat, sementara di Jawa Barat jumlah penerimanya mencapai lebih dari 6 juta. Untuk Kabupaten Karawang, Bapanas mencatat 126.637 penerima mendapatkan alokasi beras periode tersebut.
Saan Mustopa menilai kehadiran langsung bersama Bulog dalam proses penyaluran penting untuk melihat pelaksanaan program di lapangan sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat penerima bantuan. Pengawalan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan pemerintah dapat diterima sesuai sasaran.
Untuk menjaga ketepatan penyaluran, BULOG melakukan pengawasan bersama pemerintah daerah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pengawasan tersebut juga diarahkan untuk mencegah bantuan pangan diperjualbelikan.
“Kami bersinergi dengan teman-teman Babinsa, Bhabinkamtibmas, termasuk dengan pemerintah daerah untuk selalu mengingatkan agar tidak ada upaya menjual produk-produk hasil bantuan pangan ini,” tegas Ahmad Rizal.
Melalui peninjauan bersama BULOG dan pemerintah daerah, Saan Mustopa mendorong agar pelaksanaan bantuan pangan di Karawang berjalan sesuai sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penulis: Muhammad Dandi

0 Komentar