Saan Mustopa Kawal Penanganan Banjir Karangligar, Progres Infrastruktur Capai 80 Persen

Karawang (18/09/2026) — Penanganan banjir yang selama puluhan tahun menjadi persoalan masyarakat Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahap penyelesaian. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa pintu air dan rumah pompa kini telah mencapai sekitar 80 persen.


Perkembangan tersebut kembali ditinjau Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dalam kunjungan kerja spesifik ke Desa Karangligar, Jumat (18/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan proyek yang sejak November 2025 menjadi salah satu perhatian Saan Mustopa dalam upaya mendorong penyelesaian persoalan banjir di wilayah tersebut.


Bagi masyarakat Karangligar, penanganan tersebut menjadi penting karena banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap lahan pertanian. Saan Mustopa menyebut sedikitnya 300 hektare sawah terdampak ketika banjir terjadi.


“Total sekitar 300-an hektare. 300 hektare sawah yang terdampak. Kalau rata-rata 7 ton saja per hektarnya, kalikan 300 hektare bisa capai triliunan,” kata Saan mustopa saat meninjau lokasi penanganan banjir di Karangligar, Jumat (18/9/2026).


Menurut Saan Mustopa, persoalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Berdasarkan informasi yang diterimanya, masyarakat Karangligar menghadapi banjir selama sekitar 20 hingga 25 tahun.


“Jadi ini sudah hampir satu tahun kita menangani. Tapi banjirnya ini sudah hampir 20 tahun. 25 tahun kata Pak Arnold,” katanya.


Karakter genangan di Karangligar juga berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Karawang. Genangan dapat bertahan dalam waktu lama dan terjadi berulang dalam satu tahun.


“Kalau di sini, ini menggenang. Sebulan, dua bulan enggak pernah selesai di sini. Dan setahun bisa empat kali,” kata dia.


Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak cukup hanya dilakukan ketika genangan terjadi. Infrastruktur pengendali banjir menjadi bagian penting dari upaya mengurangi dampak yang selama ini dirasakan masyarakat.

gambar-berita-​Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa kembali mengunjungi proyek pembangunan bendungan dan pompa pengendali banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jumat (18/09/2026). Foto: Nadhen/sai

Saan Mustopa mengatakan pembangunan infrastruktur yang saat ini berlangsung telah menunjukkan perkembangan. Saat ditinjau, progres pembangunan pintu air dan rumah pompa telah berada di kisaran 80 persen.


“Alhamdulillah hari ini sudah saya lihat progresnya sudah hampir 80 persen. 79 persen sekian, sudah 80 persen,” katanya.


Ia berharap pembangunan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga sistem pengendalian banjir dapat dimanfaatkan ketika musim hujan tiba.


“Jadi tinggal kalau ada masalah-masalah apa sehingga sekali lagi musim hujan yang akan datang mudah-mudahan sudah tidak ada banjir lagi di Karangligar ini,” ujarnya.


Lima Pompa Disiapkan Pemerintah


Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi banjir di Karangligar. Salah satunya adalah fenomena backwater, yakni aliran air yang kembali masuk melalui saluran pembuangan.


Selain itu, kawasan tersebut mengalami penurunan muka tanah sekitar 1,1 sentimeter setiap tahun. Untuk mempercepat pengurangan genangan, pemerintah menyiapkan lima unit pompa yang ditempatkan di dua lokasi. Pompa tersebut akan mengalirkan air menuju saluran Cibeet sebelum diteruskan ke Sungai Citarum.


Setiap pompa memiliki kapasitas sekitar 6 meter kubik per detik sehingga lima unit pompa diperkirakan memiliki total kapasitas sekitar 30 meter kubik per detik.


Selain rumah pompa, pemerintah juga menyiapkan pembangunan tanggul sepanjang sekitar 4,3 kilometer dari wilayah Sungai Cibeet. Pembangunan tanggul diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar dan ditargetkan dikerjakan pada 2027.


Proses pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan fisik dilakukan. Pemerintah daerah menargetkan pembebasan lahan tersebut dapat dituntaskan sekitar Oktober-November 2026. Dimana pembebasan lahan dilakukan untuk dua lokasi pembangunan rumah pompa, yakni Cidawolong dan Kedungmurang, telah selesai.


Menjaga Produksi Pertanian


Penanganan banjir Karangligar juga berkaitan dengan keberlangsungan produksi pertanian. Dengan sekitar 300 hektare lahan sawah yang terdampak, pengendalian genangan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kerusakan tanaman dan kehilangan hasil panen.


Saan Mustopa menilai persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga beban yang harus ditanggung masyarakat selama menghadapi genangan yang berulang.


“Ini bukan lebih kepada soal komitmen, keberpihakan, kemauan kita untuk membebaskan masyarakat kita dari segala beban yang dialami,” ujarnya.


Pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut ditargetkan dapat mulai dimanfaatkan pada akhir Oktober atau November 2026. Sementara itu, penyelesaian penanganan secara keseluruhan akan dilanjutkan melalui tahapan berikutnya, termasuk pembangunan tanggul dan saluran pembuangan.


Dengan progres fisik yang telah mencapai sekitar 80 persen, Saan Mustopa kembali mendorong agar penyelesaian proyek berjalan sesuai target. Penanganan tersebut diharapkan dapat mengurangi genangan di Karangligar sekaligus melindungi permukiman dan lahan pertanian masyarakat dari dampak banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.


Penulis: Muhammad Dandi

0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa