Dalam kunjungan tersebut, Saan Mustopa menyerap langsung aspirasi warga, terutama terkait persoalan banjir yang kerap terjadi serta kondisi infrastruktur yang masih terbatas. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bertujuan untuk mendengar langsung dan mencari solusi bersama.
“Reses ini bukan sekadar kunjungan, tapi upaya untuk mendengar langsung keluhan warga dan bersama-sama mencari solusinya. Persoalan banjir ini harus ditangani secara serius dan berkelanjutan,” ujar Saan Mustopa.
Menurutnya, banjir yang terus berulang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Diperlukan langkah konkret melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, mulai dari perbaikan dan normalisasi saluran air, penguatan tanggul, hingga penataan lingkungan,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian dan langkah awal pemulihan pascabanjir, Saan Mustopa juga menyalurkan sebanyak 150.000 bibit ikan serta bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pemulihan ekonomi warga.
“Bibit ikan ini kami harapkan bisa membantu warga bangkit kembali secara ekonomi. Sementara bantuan sembako diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tambahnya.
Saan Mustopa menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dibawa dan diperjuangkan agar mendapatkan tindak lanjut yang nyata.
“Aspirasi warga Desa Hurip Jaya akan kami kawal. Harapannya, ke depan masyarakat tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan,” pungkasnya.
Kegiatan reses tersebut disambut baik oleh warga Desa Hurip Jaya yang berharap adanya perhatian berkelanjutan dan solusi nyata atas persoalan banjir dan akses wilayah yang selama ini mereka hadapi.
Penulis: Lutfi Hardito

0 Komentar