Dalam peninjauan tersebut, Saan Mustopa menyoroti ketimpangan kecepatan perjalanan kereta cepat dibandingkan akses darat menuju kota. Waktu tempuh Jakarta atau Bandung ke Karawang melalui KCIC tercatat hanya sekitar 15 menit, namun perjalanan dari Stasiun KCIC menuju pusat Karawang dapat memakan waktu hingga 35 menit. Kontras yang tajam ini dinilai menghambat minat penggunaan KCIC serta menjadi penyebab belum tercapainya target okupansi harian yang ideal. Saat ini, jumlah pengguna rata-rata masih berkisar di angka 10.000 penumpang per hari, angka yang belum sebanding dengan kapasitas dan investasi besar yang telah ditanamkan.
Menurut Saan, kondisi ini harus segera diatasi melalui pembangunan akses tol yang langsung terhubung dengan stasiun, integrasi feeder, serta konektivitas transportasi publik yang efisien. Ia menekankan bahwa KCIC memiliki potensi besar menjadi poros distribusi penumpang dan logistik di wilayah industri seperti Karawang, namun potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa infrastruktur pendukung terakhir (last-mile access) yang memadai.
“Kereta hanya 15 menit dari Jakarta atau Bandung, tapi dari stasiun ke pusat Karawang bisa 35 menit. Ini tidak efisien dan tidak sesuai dengan semangat percepatan yang kita bangun. Karena itu akses tol langsung harus dibangun segera,” tegas Saan Mustopa.
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan denyut ekonomi daerah. Dengan akses cepat dan terintegrasi, potensi pertumbuhan diperkirakan menyebar luas — mulai dari UMKM, pedagang, sektor transportasi rakyat, hingga manufaktur dan industri besar di kawasan Karawang yang selama ini menopang ekspor nasional.
“Kalau konektivitas lancar, UMKM bergerak, usaha kuliner tumbuh, transportasi lokal hidup, hingga industri besar merasakan manfaatnya. Efeknya berantai, bukan parsial. Infrastruktur yang kuat menciptakan perputaran ekonomi yang adil dan produktif,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen DPR untuk memperkuat peran KCIC sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya menghubungkan kota besar, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan daerah. Percepatan pembangunan exit tol langsung KCIC Karawang diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas jangka panjang, sekaligus sejalan dengan arah program pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengoptimalkan jaringan kereta nasional sebagai tulang punggung konektivitas ekonomi Indonesia.
Penulis: Lutfi Hardito

0 Komentar