Saan menjelaskan bahwa pengalaman tiga pemilu ter
akhir menunjukkan perlunya penataan strategi dan kesiapan organisasi secara lebih matang. Ia juga menyoroti capaian suara NasDem yang meningkat dari 1.040.000 menjadi 1.600.000 suara pada pemilu terakhir sebagai bukti kerja keras struktur, meski dinamika politik Jawa Barat sangat kompetitif. “Kita sudah membuktikan bisa tumbuh dalam situasi sulit. Itu modal besar, tapi tidak boleh membuat kita lengah,” ujarnya.
Menargetkan posisi 3 besar di Jawa Barat pada 2029, Saan mengingatkan bahwa provinsi ini memiliki karakter politik yang kritis dan cepat berubah, terlihat dari pemenang pemilu yang selalu berganti sejak 1999. Karena itu, ia menegaskan pentingnya konsolidasi berkelanjutan dan penguatan internal. “Mesin partai harus hidup, bergerak, dan dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengutip pesan Ketua Umum Partai NasDem mengenai pentingnya membangun budaya saling mendukung. “Soliditas itu lahir dari hati yang saling membesarkan, bukan saling menjatuhkan,” ujar Saan. Ia menambahkan bahwa setiap kader harus merasa dihargai dan diakui eksistensinya, karena “Tidak ada kemenangan tanpa kebersamaan, dan tidak ada kebersamaan tanpa saling menghormati.”
Saan menutup arahannya dengan penegasan bahwa tahun 2026 adalah momentum konsolidasi total. Seluruh pengurus diminta meningkatkan akseptabilitas NasDem di masyarakat dan mematangkan strategi hingga ke akar rumput. “Jika kita solid, fokus, dan bekerja dengan tekad yang sama, maka target tiga besar 2029 bukan hanya mungkin, tetapi pasti bisa kita capai,” tutupnya.

0 Komentar