Sukabumi (25/7/2026) –
Suasana Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten
Sukabumi, Jawa Barat, masih menyisakan jejak duka setelah kebakaran hebat
melanda kawasan tersebut.
Rumah-rumah panggung yang
selama ini menjadi tempat warga menjalani kehidupan sehari-hari telah berubah
menjadi puing. Di tengah suasana pemulihan tersebut, Wakil Ketua DPR RI
Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa mendatangi
warga terdampak pada Senin (10/8/2026).
Banyak warga yang masih
bertahan di lokasi pengungsian. Dalam kunjungannya, Saan Mustopa berbincang
dari dekat dengan warga dan mendengarkan cerita mereka tentang kehidupan
setelah kehilangan tempat tinggal.
Kehadiran Saan Mustopa di
tengah warga menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang
terdampak kebakaran. Pertemuan secara langsung tersebut memberikan kesempatan
bagi Saan Mustopa untuk mendengar kondisi dan harapan warga yang tengah
menjalani masa pemulihan.
Kehadiran Saan Mustopa
juga disambut dengan tradisi khas masyarakat adat. Sesepuh Kasepuhan
Ciptamulya, Abah Hendrik atau Abah E. Suhendri Wijaya, menyambut kedatangan
Saan Mustopa dan memasangkan iket Sunda ke kepala Politisi Partai NasDem
tersebut.
Penyambutan tersebut
menjadi bagian dari tradisi masyarakat adat Ciptamulya dalam menerima
kedatangan tamu. Suasana pertemuan pun berlangsung dalam nuansa kedekatan
antara Saan Mustopa dan masyarakat setempat.
Kunjungan Saan Mustopa ke
Ciptamulya juga menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan kebencanaan
Kabupaten Sukabumi secara lebih luas. Dengan karakter geografis yang kompleks,
mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir, Sukabumi memiliki beragam potensi
bencana.
Kabupaten tersebut
terdiri atas 47 kecamatan dan 381 desa, sehingga strategi penanggulangan
bencana membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat hingga tingkat masyarakat.
Saan Mustopa menilai
penanganan bencana tidak boleh hanya mengandalkan respons setelah musibah
terjadi. Mitigasi dan edukasi kebencanaan harus diperkuat untuk mengurangi
risiko sejak awal.
“Memang ini daerah yang relatif kompleks. Maka dibutuhkan ke depan mitigasi. Mana yang bisa dicegah sebelum bencana itu terjadi, mana yang memang bencana tidak bisa kita rencanakan,” kata Saan Mustopa.
Saan Mustopa menyebut
potensi bencana di Sukabumi cukup beragam, mulai dari longsor, banjir, banjir
bandang, kekeringan hingga kebakaran. Karena itu, kewaspadaan tidak hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah.
Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai risiko bencana dan langkah yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.
“Mitigasi itu penting. Kewaspadaan itu juga penting buat kita semua, buat masyarakat, juga termasuk buat pemerintah,” tegasnya.
Di tengah kondisi ini,
harapan warga terbesar kini ialah agar rumah baru segera berdiri dan kehidupan
masyarakat adat Ciptamulya dapat kembali berjalan, tanpa kehilangan jati
dirinya.
Kunjungan Saan Mustopa
menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak
sekaligus mendengarkan cerita mereka setelah kehilangan tempat tinggal akibat
kebakaran. Perhatian terhadap kondisi warga dan penguatan mitigasi kebencanaan
diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat
Sukabumi menghadapi berbagai potensi bencana.
Penulis: Muhammad Dandi

0 Komentar