Saan Mustopa Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, Dorong Penguatan Integritas Pilkada

 

Jakarta (21/7/2026) – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Pilkada menyusul maraknya kepala daerah yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Saan Mustopa, fenomena tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola demokrasi, bukan justru melemahkan kepercayaan terhadap sistem demokrasi itu sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebagai respons atas OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat. Ia menyebut kasus tersebut menambah daftar kepala daerah yang terjerat tindak pidana korupsi sehingga perlu menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan demokrasi.

Saan Mustopa menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya ditujukan kepada kepala daerah, tetapi juga mencakup penyelenggara pemilu, partai politik, hingga pemerintah. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara komprehensif agar praktik korupsi tidak terus berulang di tingkat daerah.

"Fenomena ini harus menjadi evaluasi bagi semua pihak. Jangan sampai persoalan yang terjadi kemudian membuat sistem demokrasi dipandang sebagai sumber masalah. Justru yang perlu dilakukan adalah memperbaiki seluruh aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada," ujar Saan Mustopa.

Lebih lanjut, Saan Mustopa menyoroti besarnya biaya politik yang selama ini kerap dijadikan alasan oleh kepala daerah yang terjerat korupsi. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dikaji secara mendalam untuk mengetahui komponen biaya politik yang paling membebani peserta Pilkada.

Meski demikian, Saan Mustopa menilai penyebab korupsi tidak semata-mata berasal dari tingginya biaya politik. Ia menekankan bahwa integritas, kredibilitas, dan komitmen seorang pemimpin daerah tetap menjadi faktor utama dalam mencegah penyalahgunaan kewenangan.

"Perlu disisir biaya politik yang selama ini dianggap menjadi alasan terjadinya korupsi. Namun, di sisi lain persoalan ini juga menyangkut integritas, kredibilitas, dan komitmen kepala daerah agar mampu menahan diri serta tidak menjadikan kekuasaan sebagai sumber rente," kata Saan Mustopa.

Menurut Saan Mustopa, jabatan publik harus dijalankan sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ia menegaskan bahwa kepala daerah harus menjaga integritas dalam setiap kebijakan yang diambil sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah tetap terpelihara. Pemerintahan yang clean and clear, kata Saan Mustopa, menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

Selain mendorong penguatan integritas, Saan Mustopa juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan peningkatan transparansi serta pembatasan biaya politik dalam penyelenggaraan Pilkada. Menurutnya, seluruh proses pembiayaan politik, termasuk sejak tahapan memperoleh dukungan dari partai politik, harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Transparansi sangat penting. Mulai dari proses mendapatkan dukungan partai politik hingga seluruh pembiayaan dalam Pilkada harus dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara terbuka," ujar Saan Mustopa.

Saan Mustopa menegaskan DPR RI terbuka terhadap berbagai upaya penyempurnaan regulasi yang dapat memperkuat penyelenggaraan Pilkada agar semakin transparan, akuntabel, serta mampu mencegah praktik korupsi di tingkat daerah.

Ia berharap berbagai masukan mengenai evaluasi biaya politik, transparansi pembiayaan, serta penguatan integritas kepala daerah dapat menjadi bahan pembahasan dalam revisi Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada. Menurut Saan Mustopa, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen DPR RI untuk memperkuat kualitas demokrasi sekaligus menghadirkan sistem politik yang lebih bersih, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Penulis: Venesia Anandita Mulya

0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa