Menapaki Jejak Ulama di Jombang: Safari Ramadan NasDem Singgah di Tebuireng dan Museum KH Hasyim Asy’ari

Jombang, Februari 2026 — Memasuki hari keenam Safari Ramadan DPP Partai NasDem, rangkaian kegiatan diarahkan ke salah satu simpul penting sejarah Islam dan kebangsaan Indonesia, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Silaturahmi tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa dan diterima langsung oleh pengasuh Pesantren Tebuireng, K.H. Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin. Kunjungan ini turut didampingi jajaran DPW Partai NasDem Jawa Timur.

Pesantren Tebuireng bukan sekadar institusi pendidikan keagamaan. Ia merupakan salah satu pusat pembentukan tradisi intelektual dan gerakan kebangsaan yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Didirikan oleh K.H. Hasyim Asy’ari, pesantren ini melahirkan tokoh-tokoh penting bangsa, di antaranya K.H. Wahid Hasyim serta Presiden ke-4 Republik Indonesia K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Setelah bersilaturahmi dengan pengasuh pesantren, rombongan melanjutkan agenda dengan berziarah ke kompleks makam keluarga besar Pesantren Tebuireng. Ziarah tersebut menjadi ruang refleksi atas kontribusi para ulama dalam membangun fondasi keislaman sekaligus kebangsaan di Indonesia.

Nama-nama seperti K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wahid Hasyim bukan hanya tercatat dalam sejarah organisasi keagamaan, tetapi juga dalam proses pembentukan negara. K.H. Wahid Hasyim, misalnya, berperan dalam perumusan dasar-dasar kehidupan bernegara di awal kemerdekaan. Sementara Gus Dur dikenal luas sebagai figur yang memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan rekonsiliasi sosial.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari, yang berada di lingkungan pesantren. Museum tersebut menyimpan dokumentasi sejarah perkembangan Islam di Nusantara, mulai dari jaringan ulama, dinamika pemikiran, hingga peran pesantren dalam transformasi sosial.

Kunjungan ke museum menjadi bagian penting dalam rangkaian Safari Ramadan kali ini. Di tengah dinamika politik kontemporer, penelusuran jejak sejarah dipandang sebagai upaya memperkaya perspektif dan memperdalam pemahaman terhadap akar tradisi keilmuan serta nilai-nilai kebangsaan.

Safari Ramadan hari keenam di Jombang ini memperlihatkan perpaduan antara silaturahmi, ziarah, dan refleksi historis sebuah perjalanan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang kontemplasi atas warisan intelektual dan moral yang telah dibangun para ulama bagi Indonesia.

Penulis : Hamdani Kurniawan

Editor: Muhammad Dandi

0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa