Kudus, 24 Februari 2026 — Rangkaian Safari Ramadan DPP Partai NasDem terus berlanjut di Jawa Tengah. Setelah sebelumnya menggelar konsolidasi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, 4, 5, 6, dan 10 di Salatiga, DPP Partai NasDem kembali melanjutkan agenda safari ramadhan dalam upaya penguatan struktur bersama DPW Jawa Tengah di Dapil 2 dan 3 di Kudus.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua umum DPP Nasdem Saan Mustopa menegaskan bahwa Pulau Jawa harus mendapatkan perhatian khusus dalam peta strategi nasional menuju 2029.
“Jawa adalah penentu. Kalau kita ingin daya akseptabilitasPartai NasDem merata dan tinggi secara nasional, maka Jawa harus kita perkuat,” ujarnya.
Menurut Saan, Dapil 2 dan 3 Jawa Tengah saat ini dapat dikategorikan sebagai dapil yang relatif kuat dan sehat. Ia menilai konfigurasi kekuatan politik di wilayah tersebut sudah membentuk struktur yang solid dari tingkat pusat hingga daerah.
“RI-nya berturut-turut dapat, kursi provinsi ada, kabupaten/kota juga ada. Secara konfigurasi kepartaian, ini membentuk kerucut dengan pondasi yang kuat,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa beberapa capaian yang sempat hilang harus direbut kembali pada Pemilu 2029. Semangat itulah yang melatarbelakangi digagasnya Safari Ramadan sebagai ruang konsolidasi sekaligus penguatan akseptabilitas partai di Pulau Jawa.
“Tren di Dapil 2 dan 3 ini tinggal diperkokoh. Kita harus mendesain bagaimana menambah kursi lagi,” tegasnya.
Saan menambahkan, Jawa memiliki 39 dapil dan menjadi barometer politik nasional. Karena itu, strategi ekspansi suara harus dirancang secara terukur dan sistematis.
“Kita punya target besar masuk tiga besar nasional. Proses menuju ke sana tentu tidak ringan. Tapi selama kita punya kemauan, tekad, dan semangat yang besar, target itu bukan sesuatu yang mustahil,” katanya.
Konsolidasi di Dapil 2 dan 3 ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan struktur dan strategi pemenangan di Jawa Tengah, sekaligus penegasan bahwa kerja politik menuju 2029 telah dimulai sejak sekarang—dengan fokus pada wilayah yang menjadi kunci penentu nasional.
Penulis: Hamdani Kurniawan
Editor: Muhammad Dandi



0 Komentar