Kudus, 24 Februari 2026 — Dua agenda berbeda namun saling melengkapi mewarnai kegiatan pagi hari dalam safari ramadhan Wakil Ketua DPR RI sekaligus wakil ketua DPP partai Nasdem Saan Mustopa di Jawa Tengah. Dimulai dari pembagian sembako di Desa Terban, Kabupaten Kudus, hingga peninjauan situs arkeologis dan Museum Purbakala Patiayam di Kabupaten Pati.
Di Desa Terban, kegiatan hari ke 4 agenda safari ramadhan dpp partai nasdem adalah pembagian sembako dilakukan bersama Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Lestari Moerdijat. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus silaturahmi dengan warga.
Dalam kesempatan itu, Saan menyampaikan pesan sederhana namun mendasar: pentingnya menjaga niat dan terus berbuat baik.
“Kita harus terus berniat baik dan terus berbuat baik. Politik, kerja sosial, maupun aktivitas publik harus berorientasi pada kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan warga.
Usai agenda sosial, rombongan melanjutkan kunjungan ke Situs Patiayam dan Museum Situs Purbakala Patiayam. Kunjungan ini bukan sekadar simbolik, tetapi untuk melihat langsung kondisi kawasan arkeologis yang berada dekat permukiman warga dan kawasan hutan sosial.
Menurut penuturan wakil ketua MPR RI Lestari Moerdijat, dalam proses ekskavasi yang dilakukan Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS) bekerja sama dengan Yayasan Darma Bakti Lestari (YDBL), telah ditemukan sejumlah fosil yang diperkirakan berusia ratusan ribu tahun. Bahkan, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi temuan fosil manusia maupun hewan purba, mengingat jejak peradaban yang pernah berkembang di wilayah tersebut.
Yang menarik perhatian Saan adalah fakta bahwa sebagian besar koleksi fosil yang kini tersimpan di museum justru ditemukan oleh warga sekitar.
“Artinya kesadaran masyarakat sudah tumbuh. Tinggal bagaimana kita memperkuat perlindungan kawasan ini agar tetap lestari,” katanya.
Menurutnya, pelestarian situs tidak bisa berdiri sendiri. Selain menjaga temuan sejarahnya, lingkungan sekitar juga harus diperhatikan secara serius. Karena kawasan ini berada di wilayah perbukitan, ia menilai perlu adanya upaya reboisasi serta penguatan skema perhutanan sosial.
“Kita tidak bisa hanya bicara sejarahnya saja. Harus dipikirkan juga aspek ekonomi warga sekitar, aspek lingkungan, aspek sosial, dan nilai kesejarahannya. Semua harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Bagi Saan, pelestarian situs Patiayam bukan hanya soal menjaga masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana warisan sejarah dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya hari ini.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan DPP Partai NasDem, yang tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, tetapi juga menyentuh isu kebudayaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah yang dikunjungi.
Melalui agenda ini, Safari Ramadan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang dialog, kepedulian sosial, dan refleksi atas tanggung jawab bersama terhadap masa kini dan masa depan.



0 Komentar