Upaya perbaikan darurat sempat dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama unsur TNI dan Polri pada pagi hari. Namun derasnya arus Sungai Citarum membuat tanggul sementara tersebut kembali rembes dan jebol dalam waktu singkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, turun langsung meninjau lokasi jebolnya tanggul. Ia menegaskan bahwa persoalan Sungai Citarum tidak bisa ditangani secara parsial dan membutuhkan solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Menurut Saan Mustopa, kenaikan debit air Sungai Citarum terus terjadi akibat kiriman air dari wilayah hulu, meskipun di daerah Bekasi dan Karawang tidak selalu diguyur hujan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Ketinggian Sungai Citarum bukannya berkurang, dari waktu ke waktu justru semakin tinggi. Walaupun di Bekasi dan Karawang tidak hujan, tetapi di hulunya hujan,” ujar Saan Mustopa di lokasi.
Saan Mustopa menekankan bahwa normalisasi Sungai Citarum harus menjadi prioritas utama pemerintah, disertai dengan mitigasi dan penguatan infrastruktur tanggul di sepanjang aliran sungai. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
“Fokus perhatian terhadap normalisasi Sungai Citarum ini menjadi sangat penting. Selain itu, mitigasi terhadap tanggul-tanggul di sepanjang aliran sungai juga harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Saan Mustopa.
Dampak luapan Sungai Citarum tidak hanya dirasakan di Muara Gembong, tetapi juga meluas hingga Kabupaten Karawang. Data sementara mencatat sekitar 20 kecamatan di wilayah tersebut turut terdampak banjir akibat meluapnya sungai.
Sebagai langkah lanjutan, Saan Mustopa menyatakan akan segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi serta instansi terkait guna mempercepat penanganan dan perbaikan aliran sungai. Ia berharap solusi jangka panjang dapat segera direalisasikan demi melindungi masyarakat dari ancaman banjir berulang.
“Kita akan coba dorong dan carikan jalan keluar agar perbaikan aliran sungai ini bisa dilakukan secepatnya,” pungkas Saan Mustopa.
Hingga saat ini, arus air di lokasi jebolnya tanggul masih terpantau deras, dengan ketinggian genangan di sejumlah titik mencapai 50 hingga 60 sentimeter.
Penulis: Muhammad Dandi



0 Komentar