Dalam kesempatan yang sama, turut diluncurkan Program Rumah Pangan Rakyat — sebuah terobosan
Partai NasDem untuk memperkuat distribusi pangan, memotong mata rantai pasokan, serta memperluas akses pangan berkualitas bagi masyarakat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sulaeman Hamzah serta Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.
"Launching program ini merupakan dukungan nyata terhadap agenda ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo. Kedaulatan pangan dimulai dari benih yang kita tanam hari ini. Petani adalah tulang punggung republik — ketika petani sejahtera, negara berdiri lebih tegak."
"Rumah Pangan Rakyat hadir sebagai langkah konkret memastikan pangan cukup, merata, dan berkelanjutan — bukan hanya hari ini, tetapi untuk masa depan."
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan komitmen daerah dalam memperkuat produksi pertanian melalui peningkatan teknologi dan efisiensi kerja petani. Ia menekankan bahwa modernisasi pertanian kini menjadi arah pembangunan Sukabumi.
"Pertanian Sukabumi akan kami modernisasi secara bertahap agar petani dapat bekerja lebih efisien dan menghasilkan produksi yang berkualitas tinggi. Modernisasi adalah investasi jangka panjang, dan hasilnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pangan yang lebih baik dan kesejahteraan petani yang meningkat."
Sementara itu, Sulaeman Hamzah mengingatkan agar bantuan benih padi ini benar-benar digunakan dengan tanggung jawab dan bukan hanya diterima tanpa tindak lanjut.
"Bantuan ini bukan hanya untuk diterima, tetapi harus dimanfaatkan, dijaga, dan dirawat agar menghasilkan panen yang bermanfaat bagi masyarakat. Bantuan jangan disalahgunakan, karena rakyat menunggu hasilnya."
Sukabumi dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian tinggi di Jawa Barat. Dengan peluncuran Rumah Pangan Rakyat dan dukungan benih untuk 672 hektare sawah, program ini diharapkan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas beras, serta mempercepat visi swasembada pangan nasional.
Penulis: lutfi Hardito

0 Komentar