Makkah, Sabtu (23/5/2026) – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Saan Mustopa, mengapresiasi sejumlah perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, khususnya terkait sistem pendataan jemaah dan distribusi kartu Nusuk yang menjadi akses resmi bagi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Saan Mustopa saat melakukan peninjauan sekaligus memberikan pengarahan kepada jemaah haji Indonesia di salah satu pemondokan di Makkah menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Sabtu (23/5/2026).
Menurut Saan Mustopa, permasalahan keterlambatan distribusi kartu Nusuk yang sempat menjadi sorotan pada penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya kini telah menunjukkan perbaikan yang signifikan.
“Dulu banyak sekali yang belum mendapatkan Nusuk saat tiba di Makkah. Akibatnya jemaah menjadi panik, takut keluar hotel, dan khawatir dianggap ilegal saat diperiksa. Akhirnya mereka hanya berdiam diri di kamar,” ujar Saan Mustopa.
Ia menjelaskan, persoalan pendataan pada masa lalu juga kerap menyebabkan anggota keluarga, termasuk suami dan istri, terpisah dalam penempatan hotel maupun tenda selama pelaksanaan ibadah haji. Namun pada tahun ini, proses pendataan dan distribusi Nusuk dinilai jauh lebih baik sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.
Selain menyoroti peningkatan layanan, Saan Mustopa juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan ke Arafah. Ia menyebut suhu udara di Makkah saat ini mencapai 45 hingga 46 derajat Celsius sehingga membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
“Cuaca di sini sangat panas, mencapai 45 sampai 46 derajat Celsius. Karena itu yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup agar saat berangkat ke Arafah kondisi tubuh tetap fit dan siap menjalankan rangkaian ibadah,” katanya.
Dalam kunjungannya ke Tower 905, Saan Mustopa turut menindaklanjuti keluhan jemaah terkait adanya aktivitas merokok di lorong hotel yang menyebabkan alarm kebakaran berbunyi dan mengganggu kenyamanan penghuni pemondokan.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membahayakan jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Ketika alarm hotel berbunyi tentu jemaah akan kaget. Bagi yang memiliki penyakit jantung atau lansia, kondisi seperti itu bisa berisiko. Jika memang ingin merokok, sebaiknya dilakukan di luar area hotel dan tidak di lorong karena asapnya bisa menyebar ke mana-mana serta memicu alarm,” tegas Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Menutup arahannya, Saan Mustopa mengajak seluruh jemaah untuk mengedepankan rasa kebersamaan, solidaritas, dan toleransi selama menjalankan ibadah haji.
Ia mengingatkan bahwa dalam situasi yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara, sikap saling menghormati dan tidak mementingkan kepentingan pribadi menjadi hal yang sangat penting demi kenyamanan bersama.
“Kita harus mengesampingkan sikap egois. Ingat bahwa ada jemaah yang sedang sakit dan ada pula lansia yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang. Mari saling menjaga dan membantu agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujar Saan Mustopa.
Saan Mustopa juga mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lancar, memperoleh predikat haji mabrur, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.
Penulis: Muhammad Dandi

0 Komentar