Jawa Barat, Februari 2026 — Setelah rangkaian silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menutup agenda hari itu dengan konsolidasi politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
Dalam arahannya kepada jajaran struktur partai, Saan menegaskan pentingnya mempersiapkan momentum politik menuju 2029 secara serius dan terukur.
Ia menggunakan analogi fisika untuk menjelaskan makna momentum dalam politik. Dalam ilmu fisika, momentum adalah perkalian antara massa dan kecepatan. Dalam politik, menurutnya, momentum adalah pertemuan antara persiapab dan kesiapan.
“Momentum politik adalah perkalian antara persiapan yang kita miliki dengan kesiapan kita. Kalau kesiapan kita nol, maka momentum itu tidak akan pernah terjadi,” tegasnya.
Saan menjelaskan bahwa persiapan utama tidak hanya berbicara soal strategi dan perencanaan teknis, tetapi terutama tentang mentalitas. Tanpa kesiapan mental, kemenangan politik sulit diraih.
“Apa itu mental pemenang? Mental yang penuh optimisme, mental yang ditandai tekad yang kuat. Kita harus punya ambisi dan keinginan yang tinggi. Karena kalau ada kemauan, pasti ada jalan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan politik di Dapil 8 yang menunjukkan tren peningkatan, baik pada capaian legislatif maupun eksekutif. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak sekadar menjadi catatan statistik.
“Hasil yang sudah kita capai harus terus tumbuh dan meningkat. Tidak boleh stagnan,” katanya.
Untuk memastikan pertumbuhan itu berkelanjutan, Saan menekankan pentingnya memperkuat akar partai. Akar tersebut, menurutnya, terletak pada struktur yang kokoh hingga tingkat paling bawah, termasuk DPRT.
“Struktur harus menjelma menjadi mesin yang terus bergerak. Struktur adalah ujung tombak dalam pergerakan partai. Konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat atas, tetapi harus berjalan sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa struktur yang kuat tidak cukup hanya diatas kertas. Eksistensi mereka harus diakui dan diberi ruang kebanggaan, agar tidak hanya tercatat di atas kertas, melainkan benar-benar hidup sebagai kekuatan riil partai.
“Berikan kebanggaan kepada seluruh jajaran struktural dan fungsionaris. Ketika mereka merasa diakui, mereka akan bergerak dengan energi yang berbeda,” ujarnya.
Menurut Saan, konsolidasi ini harus diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi yang solid. Ia meyakini, apabila mental pemenang, struktur yang kuat, dan konsolidasi yang konsisten berjalan beriringan, maka momentum 2029 bukan sekadar target, melainkan sebuah keniscayaan politik.
Penulis: Hamdani Kurniawan
Editor: Muhammad Dandi



0 Komentar