Usai Safari Pesantren di bekasi dan karawang , Saan Mustopa Pimpin Konsolidasi Dapil 7 Jawa Barat

Karawang–Bekasi–Purwakarta, setelah melaksanakan rangkaian Safari Ramadan dan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di pesantren al-maghfiroh telajung bekasi dan pesantren An-Nihayah, karawang. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa melanjutkan agenda dengan konsolidasi politik Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jawa Barat.

Agenda konsolidasi ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem beserta jajaran pengurus DPP lainnya, jajaran pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat, seluruh pengurus DPD se-Dapil 7 DPR RI (Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta) hingga tingkat DPC, serta Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Dapil 7 Jawa Barat.

Dalam pengantarnya, Saan menegaskan bahwa rangkaian silaturahmi ke pesantren dan konsolidasi politik bukanlah dua agenda yang terpisah, melainkan satu kesatuan proses.

“Setelah kita bersilaturahmi dan ngalap berkah dari para kyai dan santri, tentu energi moral itu harus kita teruskan dalam kerja-kerja politik yang lebih terstruktur. Spirit keikhlasan dan nilai-nilai yang kita serap dari pesantren harus menjadi fondasi dalam membangun kekuatan politik yang sehat,” ujarnya.

Saan kemudian memaparkan peta elektoral Partai NasDem dalam tiga pemilu terakhir sebagai bahan refleksi bersama. Menurutnya, jika melihat perkembangan sejak Pemilu 2014, khususnya di Pulau Jawa, terdapat tren penguatan yang konsisten.

Pada 2014, dari 39 dapil di Pulau Jawa, masih terdapat 24 dapil yang kosong. Pada 2019 jumlah itu menurun menjadi 18 dapil kosong. Sementara pada 2024, tersisa 12 dapil yang belum terisi. Tren ini menunjukkan adanya ekspansi dukungan yang progresif, meskipun Pulau Jawa tetap menjadi wilayah dengan kompetisi paling ketat.

“Data ini menunjukkan bahwa kerja-kerja konsolidasi yang kita lakukan membuahkan hasil. Tetapi tantangan ke depan tidak akan lebih ringan. Tahun 2029 akan jauh lebih kompetitif,” tegasnya.

Karena itu, menurut Saan, konsolidasi Dapil 7 Jawa Barat harus dimaknai sebagai penguatan akar partai. Akar tersebut, katanya, terletak pada struktur yang solid dari tingkat pusat hingga tingkat paling bawah, termasuk DPRT dan TPS.

“Dinamika dalam partai itu wajar. Organisasi besar pasti berdinamika. Yang penting adalah bagaimana dinamika itu menghasilkan soliditas, bukan perpecahan. Soliditas hanya bisa dibangun jika struktur kita kuat dan saling percaya,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan komitmen Partai NasDem terhadap politik tanpa mahar. Komitmen tersebut, menurutnya, merupakan fondasi moral yang harus terus dijaga.

“Partai ini didirikan dengan niat yang baik. Jika hulunya bersih, maka alirannya pun akan bersih. Kita harus menjaga niat baik itu agar politik yang kita jalankan benar-benar menghadirkan kemaslahatan dan kebaikan,” ujarnya.

Saan menilai meningkatnya kursi legislatif NasDem dalam beberapa periode terakhir merupakan indikator bertambahnya kepercayaan publik. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan kerja kolektif.

“Kepercayaan publik adalah amanah. Kita harus menjawabnya dengan konsistensi, kerja nyata, dan penguatan struktur hingga ke akar rumput,” katanya.

Konsolidasi Dapil 7 ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat kesiapan menghadapi kontestasi 2029, sekaligus memperteguh soliditas internal dan sinergi antarstruktur partai di wilayah Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta.

Penulis: Hamdani Kurniawan

Editor: Muhammad Dandi

0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa