Saan Mustopa Soroti Peran Pesantren dalam Menjaga Moral dan Arah Politik

Cirebon, 22 Februari 2026 — Memasuki hari kedua Safari Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa kembali melanjutkan kunjungan silaturahmi ke pondok pesantren. Pada hari ini, ia mengunjungi Pondok Pesantren Bustanun Nasyi’in di Majalengka sebagai kunjungan ketiga, dan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon sebagai kunjungan keempat.

Menurut Saan, tujuan utama kunjungan ini adalah menjaga tali silaturahmi dengan pesantren. Ia menyampaikan bahwa Ketua Umum selalu mengajarkan pentingnya merawat hubungan dengan pondok pesantren.

“Kami datang untuk bersilaturahmi dan memperkuat komunikasi. Kami ingin mendengar cerita, keluh kesah, dan aspirasi dari pesantren,” ujarnya.

Dalam dialog bersama para kyai, Saan menegaskan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Pesantren ikut berperan dalam perjuangan kemerdekaan, dan setelah itu terus berkontribusi melalui pendidikan. Banyak pahlawan dan tokoh bangsa lahir dari lingkungan pesantren.

Ia juga menyinggung nilai nasionalisme yang diajarkan di pesantren, seperti semboyan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air bagian dari iman). Menurutnya, inilah salah satu alasan mengapa pesantren menjadi prioritas dalam agenda Safari Ramadan, selain kegiatan konsolidasi partai di setiap daerah yang dikunjungi.

Saan menambahkan bahwa datang ke pesantren juga menjadi cara untuk menjaga dan mengontrol niat dalam berpolitik.

“Pak Surya selalu mengingatkan bahwa salah satu kumpulan kebaikan itu ada di pesantren. Kehadiran kami di sini juga untuk mengingatkan diri bahwa niat berpolitik harus diniatkan sebagai ibadah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa politik harus dimulai dengan niat baik. Jika niat awal sudah baik, maka insyaallah hasilnya juga akan baik. Sebaliknya, jika sejak awal niatnya tidak baik, maka proses dan hasilnya pun sulit menjadi baik.

Dalam konteks kepartaian, Saan kembali menekankan pentingnya politik tanpa mahar sebagai bagian dari menjaga niat tersebut. Menurutnya, politik tanpa mahar adalah komitmen untuk menjaga proses tetap bersih sejak awal.

Pada kunjungan ke Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Saan menyampaikan bahwa pesantren ini sudah lama ia kenal, bahkan memiliki kedekatan historis dengan sejumlah kader NasDem. Di antaranya almarhum Gus Aam, anggota DPR RI; almarhum Eryani Sulam, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat; serta anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga menjadi Ketua DPD dan Ketua Fraksi Partai NasDem Kabupaten Cirebon.

Selain itu, ia menegaskan bahwa setiap kunjungan ke pesantren bukan untuk mencari dukungan politik, melainkan untuk memohon doa dan keberkahan dari para kyai, ustadz, ustadzah, dan santri.

“Kami tidak datang untuk meminta dukungan politik. Kami datang untuk meminta ridho dan doa. Karena pada akhirnya, politik harus membawa kebaikan dan kemaslahatan,” tutupnya.

Safari Ramadan hari kedua ini kembali menegaskan bahwa pesantren menjadi salah satu tujuan utama dalam rangkaian kunjungan, sebagai ruang moral yang menjaga arah niat dan pengabdian dalam kehidupan berbangsa.

Penulis: Hamdani Kurniawan

Editor: Muhammad Dandi

0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa