Kabupaten Tasikmalaya – Jumat, 6 Februari 2026, upaya peningkatan akses transportasi publik di wilayah selatan Jawa Barat terus didorong melalui aktivasi Stasiun Rajapolah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI, Anggota DPR RI, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tasikmalaya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa pengembangan transportasi publik harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadikan daerah sebagai lintasan perjalanan.


“Yang kita dorong adalah bagaimana kereta bisa berhenti di Rajapolah, bukan hanya lewat. Ini bagian dari komitmen untuk mendekatkan masyarakat terhadap akses-akses publik, termasuk transportasi,” ujar Saan.


Menurutnya, mendekatkan akses transportasi kepada masyarakat memiliki nilai strategis sekaligus nilai sosial. Ketika negara hadir memberikan kemudahan akses, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.


Saan menjelaskan bahwa dirinya berperan sebagai penghubung dan mediator antara kepentingan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dengan pemerintah pusat, agar potensi besar yang dimiliki daerah dapat ditopang oleh infrastruktur yang memadai. Ia menilai Kabupaten Tasikmalaya memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai dari kawasan pantai hingga destinasi budaya seperti Kampung Naga.


“Potensi Kabupaten Tasikmalaya sangat besar, tetapi aksesnya masih relatif sulit. Kondisi ini yang kemudian memunculkan ketimpangan antara wilayah selatan dengan wilayah utara dan tengah Jawa Barat,” ungkapnya.


Karena itu, aktivasi Stasiun Rajapolah dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan wilayah, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya. Saan juga menyampaikan optimisme bahwa langkah konkret dapat segera direalisasikan.



“Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah bisa dilakukan uji coba. Kita akan lihat jenis kereta apa yang paling memungkinkan untuk berhenti di Rajapolah,” katanya.


Ia menegaskan bahwa aspirasi dan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus diperjuangkan di tingkat pusat agar kebijakan transportasi nasional benar-benar berpihak pada daerah.


“Harapannya, apa yang kita lakukan hari ini dapat menghadirkan kemaslahatan dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.


Aktivasi Stasiun Rajapolah ini diharapkan menjadi titik awal penguatan konektivitas wilayah selatan Jawa Barat, sekaligus bagian dari upaya pemerataan pembangunan melalui transportasi publik yang lebih inklusif dan berkeadilan.


Penulis: Hamdani Kurniawan

Editor : Muhammad Dandi