Tinjau Banjir Karawang, Saan Mustopa Dorong Percepatan Pembangunan Pengendali Banjir dan Normalisasi Sungai



Karawang – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Gempol Anjun, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026).

Banjir di wilayah tersebut disebabkan luapan Sungai Citarum akibat tingginya curah hujan yang terjadi secara bersamaan di wilayah hulu hingga hilir. Di Dusun Gempol Anjun, ketinggian air memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Saan Mustopa juga menjelaskan, banjir di Karawang ini telah melanda 13 Desa dari 6 kecamatan di Kabupaten Karawang, dengan sebagian wilayah masih tergenang saat peninjauan dilakukan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

“Banjir ini terjadi karena Sungai Citarum tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi akibat curah hujan ekstrem. Karena itu, langkah paling krusial adalah normalisasi Sungai Citarum, disertai mitigasi yang menyeluruh,” ujar Saan Mustopa.

Ia menegaskan, meskipun sebelumnya telah ada program Citarum Harum, peningkatan kapasitas sungai tetap harus dilakukan agar mampu menahan debit air saat hujan deras terjadi secara bersamaan, baik di wilayah hulu maupun Karawang.

“Kalau curah hujan tinggi, airnya meluap dan akhirnya menggenang. Ini berbeda dengan banjir rob yang relatif cepat surut. Maka normalisasi sungai menjadi keharusan,” katanya.

Selain Sungai Citarum, Saan Mustopa juga mendorong perbaikan dan penguatan tanggul Sungai Cibeet, termasuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir di titik-titik rawan. 

Ia menyatakan DPR RI akan mengawal alokasi anggaran agar proses normalisasi dan perbaikan tanggul dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kita akan dorong penganggaran perbaikan dan normalisasi Sungai Citarum dan Sungai Cibeet supaya daya tampungnya kembali optimal. Ini solusi jangka panjang, bukan penanganan sementara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Saan Mustopa juga menyoroti pentingnya mitigasi di sepanjang bantaran sungai, menyusul kejadian jebolnya tanggul di beberapa titik.

“Potensi kerusakan tanggul harus dipetakan secara menyeluruh. Bantaran sungai juga perlu ditata dan dihijaukan agar dapat menahan air dan mengurangi resiko banjir,” ujarnya.

Saan Mustopa turut mencontohkan proyek pengendali banjir di wilayah Karangligar yang saat ini sedang berjalan melalui kolaborasi Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Karawang, dan DPR RI. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

“Mudah-mudahan jika proyek ini selesai tepat waktu, banjir tahunan di Karangligar dan sekitarnya bisa teratasi,” kata Saan Mustopa.


Selain meninjau lokasi banjir, Saan Mustopa juga menyalurkan bantuan logistik dan berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Langkah ini menjadi respons atas keresahan warga yang mengalami keterbatasan logistik serta kesulitan memenuhi kebutuhan primer sehari-hari akibat banjir.

Saan Mustopa berharap, dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta dukungan anggaran yang konsisten, persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan di Karawang dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

“Penanganan banjir memang tidak bisa instan. Tapi dengan normalisasi sungai, penguatan tanggul, dan mitigasi yang terus kita dorong, saya optimistis Karawang ke depan bisa lebih aman dari banjir,” ujar Saan Mustopa.

Penulis: Muhammad Dandi

Editor: Lutfi Hardito 


0 Komentar

Follow Akun Sosial Media Kang Saan

Instagram: saan_mustopa68 | Tiktok: saanmustopa